Derap Pembangungan di Ponpes Darel Azhar

Dalam babat leluhur Indonesia terkenal dengan sebutan padepokan bagi dunia persilatan dan kobong bagi dunia santri. Gigihnya sang kyai dalam mendidik santri-santri tanpa pamrih membuat suasana belajar familiar dan syahdu. Para santri berdatangan ke kediaman kyai untuk mengaji lambat laun kian memenuhi ruang tamu dan belajar rumah pak kyai.

Awalnya hanya kampung sekitar para santri yang ingin menimba ilmu kepada sang kyai kemudian kian meluas hingga luar kota bahkan pulau sebrang. Tempat mengaji yang membludak dan diperlukannya asrama untuk menginap santri yang jauh maka inisiatif mereka membangun kobong agar aktivitas mengaji tetap berjalan. Semua atas kesadarannya untuk membangun, mengaji & mengelola sistem belajar sehingga terciptalah pesantren dengan masjid sebagai central aktivitas dan kyai figur perjuangan.

Saat ini kami sedang berusaha mencukupi kebutuhan para santri yaitu sarana asrama dan kelas di Gedung Mesir untuk putri yaitu penambahan gedung lantai 3 dan lantai 2 Gedung Al Azhar untuk Aula Pertemuan. Ada juga di pojok depan asrama putra geliat pembangunan lagi yaitu Gerbang asrama dan Pagar lapangan guna menambah kenyamanan para santriwan.

Pak kyai tidak hanya membangun fisik pesantren namun juga ruh & jiwa para tukang bangunan agar kian memantapkan tujuannya bahwa mereka pejuang Allah SWT sebagai pondasi belajar yaitu sarana dan prasarana. Dengan pengajian bulanan dan jalinan kasih menjadi mereka mitra perjuangan bukan budak pekerja. Jaya selalu Darel Azhar kita.