Monthly Archives: Oktober 2017

Prestasi Tunas Muda Darel Azhar Dalam Pelangi ke-10

Sebagai sesama lembaga pendidikan dan gugus depan, di perlukan saling bertukar kreasi dan inovasi untuk menjadi seorang praja muda karana sejati. Menjadi lawan saat bertanding untuk meningkatkan produktivitas santri di perlukan untuk mengasah sejauh mana kemampuan santri dalam berkreasi dan berinovasi. Menjadi saingan atau lawan saat pertandingan namun berteman dalam kehidupan sehari-hari adalah ciri seorang pelajar sejati. Inilah potret sesungguhnya belajar menjadi manusia di masyarakat kelak yang penuh dengan persaingan namun tidak bermusuhan dan tetap berjabat tangan, bahu-membahu membangun bangsa.

Cobra Team Darel Azhar

Hal tersebut terbukti dalam perkemahan La Tansa gali inovasi ke 10 ( Pelangi X ) di pondok pesantren La Tansa, Parakansantri, Lebak Gedong, Lebak, Banten, pada Ahad, 22 Oktober 2017 sampai dengan Kamis 26 Oktober 2017. Dalam ajang ini para adika – adika pramuka di tuntut untuk berjuang, mengeluarkan semua kemampuannya dalam berkreasi dan berinovasi untuk menjadi yang terbaik dan tentunya untuk meraih prestasi. Ada sekitar 25 pondok pesantren se-Jabodetabek, Banten dan Lampung yang bersaing dalam ajang Pelangi X untuk memperebutkan piala gubernur sebagai hadiah utama bagi kontingen terbaik. Namun tentunya, piala bukanlah tujuan utama melainkan silaturahmi antar adika-adika pramuka itu sendiri dengan harapan tercetaknya para adika-adika pramuka yang berkualitas di masa mendatang. Hal ini sebagaimana yang di tuturkan oleh pimpinan ponpes modern La Tansa, KH. Adrian Mafatihullah Kariem, MA, ” Sebagaimana pelangi itu sendiri menggambarkan keindahan, keindahan yang ada di dalam kepramukaan, keindahan dalam sebuah aktivitas, di dalamnya ada kreativitas, di dalamnya ada inovasi, sehingga membentuk kreasi- kreasi yang berkualitas.” kata beliau, saat di tanya tujuan awal dari diadakannya pelangi itu sendiri.

Untuk Darel Azhar sendiri, diadakannya kegiatan pelangi ini merupakan sebuah ajang untuk mengukur kemampuan diri, maka dari itu, Darel Azhar tak pernah absen mengikuti kegiatan yang rutin diadakan setiap tahun ini, dan terbukti, darel azhar sendiri mampu bersaing dan tidak kalah prestasi dari kontingen- kontingen yang lain baik dalam segi kepramukaan, kesenian, dan lain sebagainya. Hal ini di buktikan dengan berhasilnya kontingen darel azhar menduduki posisi 3 besar dari semua kontingen yang ada dan berhasil menyabet 6 wimpel penegak dan 12 wimpel penggalang. Tepatnya, KOBRA ( Komando Barisan Darel Azhar ) berhasil meraih juara 2 tingkat penggalang dan juara 3 tingkat penegak, ini merupakan hasil yang baik, mengingat ketatnya persaingan saat perlombaan berlangsung, adapaun juara- juara yang lain adalah sebagai berikut :

Tingkat Penggalang :

  • Juara 1                    : Ponpes Modern Al-Mizan
  • Juara 2                   : Ponpes Modern Darel Azhar
  • Juara 3                   : Ponpes Modern Daarul Ulum Lido
  • Juara Harapan 1  : Ponpes Modern Darul Muttaqin
  • Juara Harapan 2 : Ponpes Modern Al- Bayan

Tingkat Penegak :

  • Juara 1                   : Ponpes Modern Al- Mizan
  • Juara 2                  : Ponpes Modern Daarul Ulum Lido
  • Juara 3                  : Ponpes Modern Darel Azhar
  • Juara Harapan 1 : Ponpes Modern Rafah Al- Islami
  • Juara Harapan 2 : Ponpes Modern Daar el Qolam

Juara Umum  : Ponpes Modern Al- Mizan

Juara Favorit : Ponpes Modern Rafah Al- Islami

Diakhir acara, pimpinan pondok pesantren La Tansa KH. Adrian Mafatihullah Kariem, MA berpesan bahwa sebagai seorang adika pramuka tidak boleh ada kata minder karna prestasi-prestasi yang lain sejatunya di muai dari prestasi kepramukaan, ” Kita tidak boleh minder, karna bagaimanapun juga prestasi- prestasi sekuler yang lainnya harus di mulai dari prestasi di kepramukaan itu sendiri “.

(Roger)

Hari Santri Nasional “Melahirkan Genarasi Qur’ani yang Pandai Berkreasi serta Berinovasi”

Hari Ahad, 22 Oktober 2017 diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Meskipun hari ahad bukanlah hari libur, para santri Ponpes Modern Darel Azhar tetap ikut memeriahkan Hari Santri Nasional dengan berbagai macam kegiatan baik di dalam pondok maupun kegiatan di luar pondok. Kendati demikian Kegiatan Belajar Mengajar di PPM Darel Azhar tidak diliburkan melainkan berjalan seperti biasa karena momen Hari Santri Nasional ini diharapkan dapat memompa semangat belajar para santri.

Salah satu kegiatan peringatan Hari Santri Nasional di luar pondok yang menjadi perhatian besar PPM Darel Azhar yaitu Wisuda Tahfidz Nasional ke-8 yang diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Kami mengutus sebanyak 58 santri yang terdiri dari 30 santriwati dan 28 santriwan dengan 4 orang pembimbing yaitu Ustadz Rozikin, Ustadz Abdul Hakim, Ustadzah Fika Hermalia, dan Ustadzah Uus Muslihah. Antusias para santri Darel Azhar dalam mengikuti Wisuda Tahfidz Nasioanal (WTN) begitu terasa. Sejak beberapa minggu bahkan sebulan sebelum Wisuda mereka telah mempersiapkan hafalan yang akan disetorkan kepada para penguji.

Berbekal hafalan surat Al-fath yang telah mereka persiapkan, para santri Darel Azhar berangkat menuju Istiqlal pukul 02.00 WIB  pagi hari. Berkat izin Allah akhirnya mereka sampai di tempat pada pukul 07.00 WIB pagi dengan selamat dan bergegas mendaftarkan diri kepada panitia acara tanpa dipungut biaya. Tak disangka salah satu alumni Darel Azhar Ustadz Kodar Waluyo juga berpartisipasi dalam acara ini sebagai penguji. Beliau ternyata juga salah satu dari pengajar di Ponpes Darul Quran yang merupakan pondok penyelenggara Wisuda Akbar ini. Setelah menyetorkan hafalan kepada para penguji, para santri Darel Azhar mengikuti acara selanjutnya yaitu Tausiyah serta motivasi dalam menghafal Al-quran yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Quran Ustadz Yusuf Mansur. Wisuda Tahfidz Nasional tahun ini dihadiri oleh orang-orang hebat yaitu Para masyayikh dari Arab Saudi, Imam Besar di Madinah Syehk Abdurrohman Al-Ausy, juga hadir seorang murottal muda dari Aceh ustadz Muzzamil Hasbullah. Disamping itu turut hadir pula salah satu penyanyi terkenal Indonesia Sahrini. Acara ini ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Syeh Abdurrahman Al-Ausy imam besar Madinah.

Seluruh rentetan acara Wisuda Tahfidz Nasional ke-8 yang diselenggarakan di masjid Istiqlal hingga akhir diikuti dengan penuh semangat oleh santri Darel Azhar. Acara ini sangat memiliki arti penting serta tak sedikit manfaat yang bisa diambil oleh para santri Darel Azhar. Selain motivasi dalam menghafal mereka juga dapat belajar metode mudah menghafal Al-quran. Saling bertemu antara lembaga tahfidz dan berbagi pengalaman serta metode adalah hal terbaik bagi anak agar terus menumbuh kembangkan minat santri demi terciptanya generasi qurani apalagi di momen besar yang mewisuda 95 ribu Hafidz dari berbagai kabupaten se Indonesia maka PPM Darel Azhar turut ambil bagian dalam membumikan Al-quran dan menghafalkannya.

Memeriahkan Hari Santri Nasional, selain mengikuti kegiatan di luar PPM Darel Azhar juga menggelar berbagai macam kegiatan di dalam Pondok seperti lomba-lomba yang dapat menghibur serta membangkitkan semangat santri. Berbagai lomba digelar pada sore hari agar tak mengganggu kegiatan Belajar Mengajar. Duka serta rasa tak betah di pondok pun hilang seketika berganti dengan riang gembira terpancar dari wajah para santri yang begitu ceria.

Momentum Hari Santri Nasional merupakan salah satu momen bagi para santri PPM Darel Azhar agar menyadari bahwa kiprah santri dalam dunia pendidikan sangat berperan penting dalam terbentuknya generasi muda qurani. Tak luput pula dari terwujudnya semboyan bahwa santri bukan hanya pintar mengaji namun juga mampu berkreasi dan berinovasi. Sehingga dengan adanya Hari Santri Nasional mampu menyadarkan santri untuk terus belajar dengan giat dan para ustadz dalam membangun generasi bangsa Indonesia berakhlak qur’ani.

 

(Latifah)

 

 

DULU & SEKARANG

● . DULU

Aku sangat KAGUM pada manusia yang :
» Cerdas,
» Kaya,
» Berhasil dalam karir,
» Hidup sukses,
» Hebat di dunia .

■ . SEKARANG

Aku mengganti kriteria kekagumanku dengan :
» Manusia yang hebat di mata ALLAH,
» Penampilannya begitu biasa dan sangat bersahaja.

● . DULU

Aku memilih MARAH ketika merasa harga diriku dijatuhkan oleh orang lain yang berlaku kasar kepadaku dan menyakitiku dengan kalimat-kalimat sindiran

■ . SEKARANG

Aku memilih untuk

BANYAK BERSABAR & MEMAAFKAN . Karena aku yakin ada hikmah lain yang datang dari mereka ketika aku mampu untuk memaafkan & bersabar.

Allah Berfirman :

(Al-‘A`rāf):199

Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.

Maha benar Allah dengan segala firmannya.

● . DULU

Aku memilih MENGEJAR DUNIA dan Menumpuknya sebisaku.

Ternyata aku sadari kebutuhanku hanyalah makan dan minum untuk hari ini.

■ . SEKARANG

Aku memilih untuk BERSYUKUR & BERSYUKUR dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana aku bisa mengisi waktuku hari ini dengan apa yang bisa aku lakukan / perbuat dan bermanfaat untuk agama dan sesamaku.

●. DULU

Aku berpikir bahwa aku bisa MEMBAHAGIAKAN :

» Orang tua,
» Saudara,
» Teman-temanku ,
jika aku berhasil dengan duniaku…
Ternyata yang membuat mereka bahagia Bukan Itu, melainkan :

» Ucapan
» Sikap
» Tingkah
» Sapaanku kepada mereka.

● . SEKARANG

Aku memilih membuat mereka bahagia dengan apa yang ada padaku karena aku ingin ke-manfaat-an ku ditengah-tengah mereka…

“Khoirun Naas ‘Anfa’uhum Lin Naas”
(Sebaik-baik manusia adalah yg bermanfaat buat manusia lainnya)

■ . DULU

Fokus pikiranku adalah membuat RENCANA-RENCANA DAHSYAT untuk duniaku
Ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepada-nya…

● . SEKARANG

Yang menjadi fokus pikiran dan rencana-rencana ku adalah Bagaimana agar hidupku dapat berkenan di mata ALLAH dan sesama jika suatu saat nanti diriku dipanggil oleh-nya.

“Innaa Lillaahi Wainnaa Ilaihi Rooji’uun”

→ Τak ada yang dapat menjamin bahwa aku dapat menikmati teriknya matahari esok pagi

→ Τak ada yang bisa memberikan jaminan kepadaku bahwa aku masih bisa menghirup nafas besok hari

Jadi apabila hari ini dan esok hari aku masih hidup, itu adalah karena kehendak ALLAH SWT semata, bukan kehendak siapa-siapa…

💐MUSLIM MENCINTAI SEMUA DAN TIDAK MEMBENCI SIAPAPUN💐

Lamko DA Saudara – Saudaraku Rahimakumullah…🍀💖🌺….
( Dr. KH. Ikhwan Hadiyyin, MM)

sumber : anonim