Kiat Sukses Mujahid Di Darel Azhar

Oleh : Dr.KH.Ikhwan Hadiyyin,MM

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.Slogan ini begitu melekat dalam sanubari masyarakat Indonesia sehingga Iwan Fals menulis dalam syair lagunya Oemar Bakrie. Mengayuh sepeda bertumpuk buku dan tugas murid melewati kerikil dan lumpur adalah perjuangan seorang Oemar Bakrie, ia adalah guru dan guru itu pejuang tangguh.

Empat (4) TAS modal awal yang dimiliki seorang guru. Untuk menggapai sukses dalam sepak terjang pengabdiannya di Pondok Pesantren Darel Azhar.

 1. Totalitas

Kyai Hasan Abdullah Sahal pernah berkata bahwa jihad kita adalah mengajar serta mendidik. Jihad suatu kata yang penuh makna, kesungguhan adalah cerminan tepat untuk jihad. sungguh-sungguh dalam mengajar dan mendidik,sungguh-sungguh mengemban tugasnya sebagai khidmah atau pengabdiannya kepada Allah SWT. kesungguhan itu niscaya membentuk jiwa santri,kesungguhan membina watak serta moral santri itulah bentuk totalitas  seorang guru. kesungguhan ini niscaya membawa hasil yang berlipatganda juga memberikan output beranekaragam sebagai manifestasi mujahadah(totalitas) guru. hal ini senada dengan firman Allah SWT. Ar-Ankabut :69.

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ المُحْسِنِينَ

Ketahui wahai para guru dengan mengajar maka kalian telah bekerja bahkan puluhan kali banyak dari yang hanya belajar di bangku kuliyah serti Firman Allah SWT Al-Ankabut :6.

وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

      2.  loyalitas

manusia adalah makhluk yang sempurna, Allah SWT memberikan predikat Ahsanu Takwim yang bisa kita sebut kesempurnaan. lantas apakah itu menjadikan berbeda dengan makhluk-makhluk Allah yang lain. Jawabnya adalah sangat berbeda karena manusia memiliki akal yang tak dimiliki oleh hewan dan tumbuhan,manusia juga memiliki hati serta perasaan yang tak akan makhluk appun didunia ini dianugerahinya. untuk itulah manusia menjadi kholifah di muka bumi ini dan salah satu rahasianya manusia itu menanggung amanah. sejatinya guru adalah pewaris nabi berarti harus mampu mengemban amanah dan melaksanakan tugas-tugas lebih khusus adalah amanah mendidik santri mengurusi listrik,air,WC,dapur bahkan berjualan dikoperasi itulah bentuk loyalitas para santri,guru dan seluruh elemen pondok sesuai gambaran Allah SWT dalam Surat Al-Ahzab :67.

وَقَالُواْ رَبَّنَآ إِنَّآ أَطَعۡنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَآءَنَا فَأَضَلُّونَا ٱلسَّبِيلَا۠

      3. Kapasitas dan legalitas

Seorang Ustadz(guru) hendaknya memiliki kapasitas dan identitas diri. Persyaratan serta kecakapan pribadi guna menunjang tugasnya yang utama yaitu mengajar dan mendidik snatri karena seorang yang tak cakap(miskin) tak akan mampu memberi apa-apa.

menurut Dr.Adlian Husaini,saat ini baik sampai beberapa puluh tahun yang akan datang bangsa Indonesia dan dunia masih akan membutuhkan titel atau gelar kesarjanaan. apalagi bagi mereka yang bergelut di dunia akademik dan pemimpin formal di pemerintahan, hal ini sangat dibutuhkan. bakal menyesal seseorang yang mengabaikan hal ini,mumpung masih muda,masih energik dan banyak waktu juga semangat,hendaknya terus belajar setinggi mungkin, seorang Ustadz harus terus belajar baik itu otodidak atauoun akademik mengikuti perkuliahan di kampus perguruan tinggi, “Ustadz yang tidak mau belajar jangn mengajar”. Nabi Muhammad SAW belajar di keilmuan dengan mengkorelasikan sifat kebaiknnya dan dibimbing,diajar,dan dievaluasi oleh Allah SWT.

      4. Integritas 

Allah SWT menggambarkan manusia mukmin selalu penuh dengan kelembutan,sopan santun dan juga akhlakul karimah sebagaimana dalam surat Al-Mukminun begitu pula diutusnya nabi Muhammad SAW. adalah untuk membentuk kepribadian bauk atau akhlak. sosok guru haruslah memiliki keutuhan pribadi dari keilmuan dan akhlaknya. sehingga guru mampu menjadi manusia Mundzirul Qoum dengan Integritasnya tak mungkin jika ia kotor,buruk,tak berilmu dan tak berakhlak akan mampu mendidik santrinya apalagi lingkungannya. sapu yang kotor selamanya tidak akan mampu membersikan lantai yang kotor.

      5. Ikhlas 

Alhamdulliah rasa syukur kehadirat Allah SWT dan berterimakasih kepada Mujahidin Darel Azhar. pondok ini tidak bisa menjanjikan banyak hal namun ingatlah bahwa janji Allah lebih tepat balasannya juga cepat. Olek karena itu tuluslah mengabdi dipondok ini dan berjuang dijalan Allah, selalu dilandasi keikhlasan yang tinggi,maka kau akan lurus,tak berilmu dan tak putih bersih jika ada noda hitam kecil saja ia akan terlihat sehingga ikhlas akan memberikan manusia itu cahaya ilahi dan menuntutnya kepada jalan yang lurus hal ini sesuai perintah Allah SWT dalam Q.S Al-Bayyinah :5

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ

Artinya ikutilah jalannya orang-orang yang ikhlas bukan materialistik dan tidak keduniaan jika menginginkan petunjuk Allah SWT.

lastas Allah SWT pun memberikan pernyataan dari janji-janjinya bagi orang yang ikhlas berjuang fi sabilliah.

“adapun orang yang memberikan hartanya dijalan Allah dan bertakwa, serta membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.