Silaturrahim Detasemen Khusus 88 Anti Teror

Kamis, 12 Oktober 2017  Silaturahim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Di Ponpes Moderm Darel Azhar serta dialog Interaktif Pencegahan Keterlibatan Perempuan dan Anak sebagai Teroris Tingkat SMA & Pondok pesantren di Kabubaten Lebak Provinsi Banten dengan topik “Strategi Penanggulangan Keterlibatan Perempuan dan Anak sebagai Teroris”

Banyaknya aksi teror pemboman yang terjadi di indonesia era tahun 2000-2005, mulai dari bom kedubes filipina dan Malaysia, BEJ, Plaza atrium, bali I dan II, bom kuningan, bom JW marriot dan lainnya sering dapet travel warning dari negara lain di dunia. Sebelum satuan khusus ini terbentuk sudah ada detasemen yang mirip. Namanya sat-1 gegana brimob.

Awal terbentuk densus 88 karena pemerintah USA melalui ide diplomatic security service. Ide ini juga dalam bentuk bantuan dana, pelatihan, dan peralatan pendukung. Tujuan bantuan tersebut diantaranya :

  • 30 milyar dollar us untuk pelatihan kepolisian
  • 16 milyar dolar us untuk membentuk satuan khusus anti terorisme
  • 4 milyar dollar us sisanya untuk pelatihan counter-terrorisme TNI

Satuan ini diresmikan oleh Kapolda metro jaya inspektur jenderal Firman Gani pada tanggal 26 agustus 2004. peresmian ini menandakan pembentukan pertama di wilayah kepolisian daerah. kewenangan tugas dari densus 88 dalam pemberantasan tindak pidana terorisme juga ditetapkan dalam SK kapolri No. 30/VI/2003.

Arti dari angka “88″ adalah jumlah korban terbanyak dari australia di peristiwa bom bali. Kalau lambang borgol berarti teror bisa terus menerus mengintai masyarakat. artinya pekerjaan detasemen 88 ini tidak pernah kenal berhenti.

Pasukan khusus ini dilatih khusus untuk menangani segala ancaman teror, termasuk teror bom yang diceritakan oleh Bpk Febry Firmansyah yang bercerita tentang pengalaman beliau menjadi korban dalam aksi BOM bunun diri pada tahun 2003. Darel Azhar mendapatkan kesempatan untuk membuktikan bahwa santri berperan besar dalam perngaruh bermasyarakat yakni dari pendidikan akhlakul karimah,aqidah,dan tauhid yang menjadikan santri jauh dari pengaruh teroris, hal inilah yang disampaikan oleh AKBP Kurnia Wijaya S.H,M.H.

Densus 88 mempunyai 3 peran dan fungsi :

1. karena densus 88 berada di bareskrim mabes polri dan ditreskrim polda, juga merupakan personel dengan kualifikasi seorang reserse kriminal handal.

2. seorang personel densus 88 harus memiliki kualifikasi sebagai anggota intelijen keamanan,melakukan pendeteksian,analisis.

3. personel densus 88 adalah seorang negosiator yang handal.

Sejatinya islam sangat menentang segala hal yang berbau teror,salah satu lembaga yang sangat berperan dalam membangun generasi muda pada era grobalisasi ini adalah pondok pesantren karena pondok pesantren mengajarkan serta menanamkan nilai-nilai agama islam yaitu cinta akan kedamaian.

Semangat dan antusias santri terlihat ketika dibukanya sesi pertanyaan mengenai hal ini. Silaturahmi Densus 88 dengan ponpes modern darel Azhar sebagai lembaga islam ini juga akan mengubah pandangan negatif dunia terhadap islam bahwa ISLAM BUKAN TERORIS.

(Latifah)