Hari Santri Nasional “Melahirkan Genarasi Qur’ani yang Pandai Berkreasi serta Berinovasi”

Hari Ahad, 22 Oktober 2017 diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Meskipun hari ahad bukanlah hari libur, para santri Ponpes Modern Darel Azhar tetap ikut memeriahkan Hari Santri Nasional dengan berbagai macam kegiatan baik di dalam pondok maupun kegiatan di luar pondok. Kendati demikian Kegiatan Belajar Mengajar di PPM Darel Azhar tidak diliburkan melainkan berjalan seperti biasa karena momen Hari Santri Nasional ini diharapkan dapat memompa semangat belajar para santri.

Salah satu kegiatan peringatan Hari Santri Nasional di luar pondok yang menjadi perhatian besar PPM Darel Azhar yaitu Wisuda Tahfidz Nasional ke-8 yang diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Kami mengutus sebanyak 58 santri yang terdiri dari 30 santriwati dan 28 santriwan dengan 4 orang pembimbing yaitu Ustadz Rozikin, Ustadz Abdul Hakim, Ustadzah Fika Hermalia, dan Ustadzah Uus Muslihah. Antusias para santri Darel Azhar dalam mengikuti Wisuda Tahfidz Nasioanal (WTN) begitu terasa. Sejak beberapa minggu bahkan sebulan sebelum Wisuda mereka telah mempersiapkan hafalan yang akan disetorkan kepada para penguji.

Berbekal hafalan surat Al-fath yang telah mereka persiapkan, para santri Darel Azhar berangkat menuju Istiqlal pukul 02.00 WIB  pagi hari. Berkat izin Allah akhirnya mereka sampai di tempat pada pukul 07.00 WIB pagi dengan selamat dan bergegas mendaftarkan diri kepada panitia acara tanpa dipungut biaya. Tak disangka salah satu alumni Darel Azhar Ustadz Kodar Waluyo juga berpartisipasi dalam acara ini sebagai penguji. Beliau ternyata juga salah satu dari pengajar di Ponpes Darul Quran yang merupakan pondok penyelenggara Wisuda Akbar ini. Setelah menyetorkan hafalan kepada para penguji, para santri Darel Azhar mengikuti acara selanjutnya yaitu Tausiyah serta motivasi dalam menghafal Al-quran yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Quran Ustadz Yusuf Mansur. Wisuda Tahfidz Nasional tahun ini dihadiri oleh orang-orang hebat yaitu Para masyayikh dari Arab Saudi, Imam Besar di Madinah Syehk Abdurrohman Al-Ausy, juga hadir seorang murottal muda dari Aceh ustadz Muzzamil Hasbullah. Disamping itu turut hadir pula salah satu penyanyi terkenal Indonesia Sahrini. Acara ini ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Syeh Abdurrahman Al-Ausy imam besar Madinah.

Seluruh rentetan acara Wisuda Tahfidz Nasional ke-8 yang diselenggarakan di masjid Istiqlal hingga akhir diikuti dengan penuh semangat oleh santri Darel Azhar. Acara ini sangat memiliki arti penting serta tak sedikit manfaat yang bisa diambil oleh para santri Darel Azhar. Selain motivasi dalam menghafal mereka juga dapat belajar metode mudah menghafal Al-quran. Saling bertemu antara lembaga tahfidz dan berbagi pengalaman serta metode adalah hal terbaik bagi anak agar terus menumbuh kembangkan minat santri demi terciptanya generasi qurani apalagi di momen besar yang mewisuda 95 ribu Hafidz dari berbagai kabupaten se Indonesia maka PPM Darel Azhar turut ambil bagian dalam membumikan Al-quran dan menghafalkannya.

Memeriahkan Hari Santri Nasional, selain mengikuti kegiatan di luar PPM Darel Azhar juga menggelar berbagai macam kegiatan di dalam Pondok seperti lomba-lomba yang dapat menghibur serta membangkitkan semangat santri. Berbagai lomba digelar pada sore hari agar tak mengganggu kegiatan Belajar Mengajar. Duka serta rasa tak betah di pondok pun hilang seketika berganti dengan riang gembira terpancar dari wajah para santri yang begitu ceria.

Momentum Hari Santri Nasional merupakan salah satu momen bagi para santri PPM Darel Azhar agar menyadari bahwa kiprah santri dalam dunia pendidikan sangat berperan penting dalam terbentuknya generasi muda qurani. Tak luput pula dari terwujudnya semboyan bahwa santri bukan hanya pintar mengaji namun juga mampu berkreasi dan berinovasi. Sehingga dengan adanya Hari Santri Nasional mampu menyadarkan santri untuk terus belajar dengan giat dan para ustadz dalam membangun generasi bangsa Indonesia berakhlak qur’ani.

 

(Latifah)