Kunjungan Kedutaan Kuwait ke Darel Azhar

 

Berawal dari simposium nasional para kyai alumni gontor atau yang disingkat FPA ( Forum Pesantren Alumni ) yang diadakan di Tangerang Hotel City pada tahun 2015. Saat itu hadir pula KH. Abdullah Said Baharmus Lc bersama Kyai Gontor KH. Hasan Abdullah Sahal beserta Pimpinan Lembaganya selaku Head Master dari 350 an lebih kyai alumni yang melaksanakan Munas ke – 2. Maka ketika itulah tercetus ide kampung Kuwait dari Kyai Baharmus kepada Ponpes Darel Azhar saat sedang jamuan makan siang. Subuh esok harinya KH. Ikhwan Hadiyyin menghadap Kyai Baharmus untuk merumuskan ide menjadikan Darel Azhar sebagai Kampung Kuwait, spontan mendengar kalimat tersebut terbayang akan ada perubahan secara siknifikan terhadap pondok, tetapi seiring berjalannya waktu dengan tekad yang kuat ingin menjadikan Darel Azhar lebih maju lagi maka ide itupun diresmikan oleh KH. Abdullah Said Baharmus karena beliau adalah ketua badan wakaf Darel Azhar.

 

Selasa (07/11), Gegap gempita santri menyambut kedatangan tamu Kuwait dengan barisan pagar ayu dan pengawalan paskibra dari gerbang utama hingga depan gedung Indonesia semua bersorak ‘asya kuwait’ membahana diseantaro komplek pendidikan dan bertambah meriah saat ratusan santri melambaikan bendara ditangan mereka masing-masing. Berbagai penampilan yang dikonsep dalam budaya kuwait mulai dari tari kolosal tradisional hingga modern serta alunan irama marching band bagai gemuruh memecah suasana dan membuat sambutan lebih meriah. Hal ini merupakan bentuk penghormatan Pondok pesantren Darel Azhar untuk memuliakan tamunya.

Langkah Syaikhoh Maryam mendadak terhenti tepat dihadapan seorang anak yatim bersama puluhan santri yatama lainnya, dirangkulnya anak tersebut, dipeluk dan dicium pipi penuh kasih membuat seluruh rombongan tamu kerajaan kuwait bahkan kyai dan ustadzpun meneteskan airmata haru saat proses pengalungan bunga oleh para yatama kepada Syaikhoh Maryam, Syaikhoh Aisyah sebagai keluarga pangeran, serta ustadz Fawaz dari kedutaan kuwait.
Kebudayaan Timur Tengah sangat berbeda dengan masyarakat Indonesia pada umumnya, kesadaran bertoleransi serta loyalitas mereka terhadap hamba Allah sangatlah tinggi, tak henti-hentinya mengalirkan kebaikan terhadap yang membutuhkan terkhusus anak yatim.

Sebagaimana yang tertera dalam hadits:

* يَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ ۖ قُلْ مَآ أَنفَقْتُم مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوٰلِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتٰمَىٰ وَالْمَسٰكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ *

Dalam kunjungan kali ini, telah dilakukan pula peletakan batu pertama sebagai cikal bakal pondasi suatu bangunan yang akan didirikan baitul yatama dan tahfidz atau pemukiman anak yatim pusat kegiatan hafalan Al quran, hal ini merupakan salah satu bentuk kepeduliian dalam membantu program wakaf yang dibalut dalam pembangunan di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung. Dan dikenal dengan sebutan pembangunan Kampung Kuwait/Kampung Maryam. Kerap kali orang bertanya apa itu Kampung Kuwait?? Mengapa dinamakan demikian??? Apakah Darel Azhar telah diserahkan pada Syaikhoh Maryam dan rombongannya??
Sesungguhnya Kampung Kuwait hanyalah sebuah nama sebagai simbol dari sebuah donasi bangunan guna membangun peradaban untuk umat. Namun pada hakikatnya Darel Azhar tetaplah diwakafkan untuk umat.
Para tamu tersebut merupakan muhsinin kaum sosialita yang hanya mengharapkan harta mereka bermanfaat di dunia dan akhirat.

Wakaf yang didefinisikan sebagai aset yang disumbangkan serta memiliki peran penting dalam perkembangan masayarakat lslam, baik dalam bidangya keagamaan, sosial maupun pendidikan. Hal ini memiliki fungsi sebagai implementasi iman seseorang dalam bentuk kesadaran beramal soleh yang diharapkan menjadi bekal hidup di akhirat. Serta sebagai bentuk solidaritas yang diharapkan dapat menjadi suatu instrumen yang konstributif terhadap umat yang berkelanjutan.

Pemeliharaan dan perluasan wakaf menjadi salah satu dari lima jangka pondok Darel Azhar sehingga pondok terus berusaha demi berjalannya program ini dengan membuka pintu seluas luasnya bagi siapa saja yang akan ikut membantu program tersebut demi kelangsungan pondok pesantren di masa yang akan datang.

Kunjungan syaikhoh Maryam beserta rombongan menjadi suatu kebanggaan bagi seluruh keluarga pondok. Kunjungan ini berlangsung lebih lama dari sebelumnya dan menghadirkan kesan yang mendalam terhadap pondok.

(Latifah)