Jadikanlah Masjid Sebagai Rumah Ke 2

HAWALATUL IMAN WA QOLBUHU MU’ALLAQUN FIL MASJID

  • Ingat cerita sahabat Abdullah bin Ummi Maktum yang buta semenjak lahir, minta dispensasi kepada Rasulluah SAW
  • Cerita Rasullah yang akan membakar rumah di sekitar kampong di Madinah yang tidak mau shalat jama’ah.

Pondok Pesantren Modern Darel Azhar menghendaki dan berusaha agar keluarganya, pengasuh, direktur, guru-guru, dan para santri serta seluruh keluarganya dapat menikmati HALAWATUL IMAN dalam hidupnya di dunia.. dan mengahayati serta mengamalkan halawatul iman yang tinggi selama di dunia itu diharapkan akan membawa dan mengarahkan mereka kepada buahnya, yakni sa’adah ukhrawiyah, kebahagiaan di akhirat nanti.

Itulah sebenarnya tujuan akhir dari pendidikan dan semboyan Masjid sebagai rumah ke 2. Suatu harapan, do’a dan tafa’ul pendiri agar kiranya seluruh keluarga pondok pesantren dapat merasakan lebih cinta kepada Allah dan rasul-Nya daripada cinta mereka kepada yang lainnya dan cinta kepada seseorang hanya karna Allah serta merasa  benci bila murtad atau kembali kepada kekafiran dan benci atau tak suka bila dihempaskan/lemparkan ke dalam neraka.. cinta kepada Allah ialah menannggung seagala konsekuensi untuk mengerjakan segala perintah Tuhan mereka (Allah SWT) menjauhi segala laranganNya, yang direalisasikan dengan amal sholeh mereka dengan penuh kesadaran, yakni menerima dan sanggup mentaati perintah Allah untuk mengerjakannya itu dengan senang hati bahkan merasa gelisah dan menyesal kalau tidak mengerjakan apa yang menopang keinginan mereka untuk memperbanyak amal sholeh mereka serta untuk bertobat dari dosa-dosa yang telah lewat dan diperbuat serta meninggalkan kecintaan dunia dan pantang terhadap maksiat kepada Nya.

Adapun cinta kepada Rasulullah yaitu menegakkan syiar agamanya membaca sholawat untuk beliau, menolong dan menenangkan agamanya dan mengajak manusia banyak untuk mengikuti jejaknya dan mengerjakan sunnahnya,mengerjakan perintah-perintahnya dan menjahui larangan-larangannya. Cinta kepada Allah ini merupakan kewajiban dalam islam, dan ia adalah kebiasaan kekasih-kekasih Allah menurut Yahya bin Mu’adz al Razi bahwa hakekat kecintaan itu adalah kalau dengan kecintaan itu sesorang akan bertambah-tambah kebajukannya meskipun dalam keadaan berat. semua ini yang dimaksud HALAWATUL IMAN yang merupakan simber segala kebaikan dan penagkal segala kejahatan.

Demikian latar belakang pemilihan nama Pondok Pesantren Darel Azhar yang mana iman sendiri akan menjadi sumber dari taqwa (imtaq), sumber dari ilmu, amanat, rasa malu, menyempurnkan Fardlu dan sunnat-sunnat dengan seluruh kebaikan. Iman itu mengalami pasang surut sesuai dengan pasang surutnya pengalaman cabang-cabangnya.