Wisuda Akbar Tahfidz Qur’an 30 Juz Angkatan ke- 5

4 Wisudawan pengahafal 30 Juz Al-qur’an

Darel Azhar- Jum’at (27/04) adalah hari yang bersejarah dan membahagiakan bagi Darel Azhar karena hari ini adalah hari dilaksanakannya Wisuda Akbar Tahfidz Qur’an Angkatan ke- 5. Bukannya hanya Darel Azhar yang berbahagia tetapi ada mereka-mereka yang lebih bahagia. mereka adalah wisudawan/wati yang akan di wisuda. Raut wajah ceria terlihat di wajah mereka. Ada yang berbeda pada wisuda akbar tahun ini dengan bangga Darel Azhar memberikan apresiasi dan penghargaan kepada santri yang telah mampu menhafal 30 Juz..

Pada Wisuda Tahfidz Al-qur’an Angkatan ke- 5  ini calon wisudawan/wati terdiri dari 95 orang. terdiri dari 55 wisudawan dan 40 wisudawati dengan kriteria mulai dari 2 Juz hingga 30 Juz.

Darel Azhar mampu membuktikan bahwa santri yang hampir 8 jam masuk kelas setiap harinya dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang begitu padat mampu menghafal al-qul’an 30 Juz. Menjadi Hafidz dan hafidzoh bukan penghalang untuk menjadi santri yang aktif dan berprestasi.

Santri yang mendapatkan kriteria Mumtaz dengan hafalan 30 Juz yaitu Anwar Ibrahim, Tb Sulthon Mardhotillah, Sigit Permana, Abdul Mun’im Aufar.

Keutamaan anak penghafal Al-Qur’an adalah mampu menyelamatkan kedua orang tuanya. Sada Rasulullah SAW : “Daripada Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahwasannya ia mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Al-Qur’an akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. AL-Qur’an akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: “Apakah anda mengenalku?”

Penghafal tadi menjawab, “Saya tidak mengenal kamu.” Al-Qur’an berkata, “Saya adalah kawanmu, Al-Qur’an yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan.”

Maka penghafal Al-Qur’an tadi diberi kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan di tangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat dibayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya, “Kenapa kami diberi dengan pakaian begini?” Kemudian di jawab, “karena anakmu hafal Al-Qur’an.”

Kemudian kepada penghafal Al-Qur’an tadi diperintahkan, “Bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat surga dan kamar-kamarnya.” Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil).”