Monthly Archives: Mei 2018

Jalin Silaturahmi dengan Sosialisasi Kampus UNIDA Gontor

Sosialisasi kampus UNIDA Gontor

Sabtu, 12/5/2018 dilaksanakan sosialisasi kampus, Universitas Darussalam Gontor bersama rektor UNIDA Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A.

Perkumpulan yang diadakan di Aula Pondok Pesantren Al Mizan Putri tersebut membahas berbagai hal terkait UNIDA, mulai dari Sejarah singkat, suasana serta sistem pembelajaran di UNIDA Gontor.

Selain dihadiri oleh seluruh keluarga besar Pondok pesantren Almizan, agenda ini juga dihadiri oleh pondok pesantren lain di Banten. Salah satunya Pondok Pesantren Darel Azhar, Rangkasbitung, Lebak.

Acara tersebut berlangsung kurang lebih 4 jam. Mulai dari pukul 14.00 s/d 17.00 diawali dengan penyanyian lagu hymne oh pondoku, sambutan bapak pimpinan ponpes Al Mizan serta penampilan vidio singkat profile UNIDA yang kemudian di lanjutkan dengan penyampaian hal hal terkait UNIDA oleh bapak rektor.

“Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor merupakan perguruan tinggi waqaf yang berada di bawah naungan Pondok Modern Darussalam Gontor. oleh sebab itu, dalam melaksanakan Tri Dharmanya, UNIDA Gontor mempertahankan visi, misi, dan jiwa pesantren. Pendidikan di universitas Darussalam Gontor yang totalitas mencakup _head, heart nd hand_ juga menjadi suatu keunggulan yang dimiliki oleh UNIDA yang tidak dimiliki oleh semua universitas.” ujar Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A.

Berawal dari sebuah cita-cita dan harapan serta diiringi niat para pendiri pondok pesantren Darussalam Gontor untuk juga mendirikan sebuah universitas islam, maka pada tanggal 1 Rajab 1383/17 November 1963 dimulailah langkah menuju cita cita itu yaitu mendirikan Institut Pendidikan Darussalam (IPD). Karena keterbatasan sumber daya maka IPD baru dapat membuka 2 fakultas, Ushuluddin dan Tarbiyah.

Pada tahun 1994, Institut menempuh langkah kecil dengan mendirikan Fakultas Syari’ah. Kemudian IPD diberi nama baru yaitu Institut Studi Islam Darussalam (ISID). Dua tahun kemudian yaitu tahun 1996, ISID menepati kampus baru di Siman, Ponorogo. Dengan berdirinya kampus baru yang terpisah dari kampus KMI, maka ISID mulai berjalan intensif, mandiri, membuka Program Pascasarjana. Sementara Program Studi pada setiap fakultas terus ditambah dan dibenahi sehingga menjadi terakreditasi.

Pada tahun 2013, Panitia Pendiri Universitas Darussalam Gontor dibentuk. Dengan kerja keras, bantuan berbagai pihak, dan dukungan penuh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Universitas Darussalam Gontor akhirnya dapat diresmikan pada tanggal 18 September 2014 bertepatan pada tanggal 17 Ramadhan, oleh Sekjend Liga Universitas Islam Dunia, Prof. Dr. Ja’far Abdussalam, di Gedung Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor. Dengan visi Menjadi universitas unggulan yang mengintegrasikan sains, teknologi dan ilmu-ilmu kemanusiaan dengan ilmu-ilmu keislaman dan tetap mengikuti perkembangan zaman pada tahun 2030.

Adapun tujuan dilaksanakannya sosialisasi sendiri adalah sebagai salah satu bentuk silaturahim juga suatu pencerahan bagi seluruh calon mahasiswa/i pondok pesantren alumni, demi terciptanya insan yang memiliki ilmu pengetahuan, menguasai teknologi dan seni berdasarkan nilai-nilai keislaman yang dapat merespon tantangan global.

Ujian Lisan Asah Mental dan Intelektual

Apel pembukaan ujian lisan

Darel Azhar- Ujian Lisan selalu dilaksanakan menjelang ujian tulis bagi kebanyakan pesantren berbasis kurikulum Gontor atau pondok modern. Dengan rata-rata 3 kategori ujian lisan yaitu; Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Dan Alquran-Praktikum Ibadah.

Tradisi ini sudah menjadi darah daging dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran di pesantren modern sehingga menjadi perhatian khusus dalam implementasinya sebagaimana instrumen pendidikan lainya bahwa ujian lisan termasuk assasement resmi dan masuk kedalam raport santri.

Dalam prakteknya hanya perguruan tinggi yang melakukan assasement ini dan tidak untuk sekolah menengah pertama ataupun atas. Dikarenakan berat juga banyaknya materi menjadikan instrumen pendidikan ini keluar dari parameter pendidik. Ujian komprehensif hanya 1 kali dilaksanakan sebagai syarat menulis karya ilmiah atau skripsi hal ini berbanding terbalik dengan kurikulum KMI yang diadakan 2 kali dalam setahun atau setiap semester.

Beratnya komprehensif bagi para mahasiswa karena seluruh materi kuliah dasar, khusus, dan keahlian menjadi satupadu. Coba perhatikan kategori ujian bahasa arab yang terdiri dari insya, muthalaah, nahwu, sorof, mahfudzot, mufrodat, uslub, balagoh dan imla dipertanyakan dalam waktu tak lebih dari 15-20 menit persantri.

Nilai 4 adalah nilai minimum yang diberikan bagi santri yang tak mampu sama sekali menjawab pertanyaan ujian lisan. Loh kenapa tidak mampu menjawab malah mendapat nilai? Hal ini lah yang menjadi dasar ujian lisan diterapkan dipesantren-pesantren modern. Kesiapan mental adalah modal utama dalam ujian walaupun dia pintar namun menghadapi 4 penguji sendirian dalam ruangan adalah ujian itu sendiri. Kemampuan verbal lebih dituntut dalam assasement ini dengan beraneka ragamnya secara psikologis dan periodik massa. Banyaknya materi ujian dalam 1 kategori merupakan stimulus kepribadian peserta didik untuk menghadapi tantangan ujian tulis dan mampu mengukur animo mereka dalam proses ujian secara langsung.

Bukan menakuti bahkan menghakimi santri ketika memasuki ujian lisan atau memberikan pertanyaan kemudian tidak memperhatikan jawabanya peserta ujian hal-hal tersebut selalu diulang-ulang dalam taujihat wal irsyadaat ( pengarahan ujian bagi guru ) oleh Bapak Kyai/ Direktur KMI sehingga menjadikan ujian lisan ini layak dan perlu sebagai assasement proses pendidikan.

Pelepasan Siswa Akhir Kuliyatul Muallimin Al Islamiyah Darel Azhar

6 Mei 2018, untuk yang ke-19 kalinya pondok pesantren modern Darel Azhar, Rangkasbitung, Lebak melepas santri santrinya dalam acara Haflatu At Takhrij alias wisuda pelepasan siswa akhir KMI. Terhitung sebanyak 136 santri PA & PI diwisuda dan dinyatakan sah sebagai alumni Darel Azhar.

“Sinji Azurra” itulah sebuah nama angkatan yang diwisuda pada kesempatan ini. Sebelum dilaksanakannya acara pelepasan ini, seluruh santri kelas akhir diperkenankan untuk berjalan mengelilingi lingkungan sekitar pondok. Hal ini menjadi suatu adat yang selalu dilakukan oleh para wisudawan dan wisudawati sebelum acara di depan panggung yang bertempatkan di halaman aisyah dimulai.

Acara pelepasan ini turut dimeriahkan oleh Pasukan Marching Band, paduan suara, marawis dll. Serta tidak kurang dari 3000 jamaah yang hadir menyaksikannya. Terdiri dari muspida kab Lebak, para kiyai dan ustadz, tokoh masayarakat, wali santri dan simpatisan keluarga besar Darel Azhar.

Haru bercampur sedih, entah kata apa yang mampu mewakili perasaan mereka saat itu. Hanya tetesan air mata yang menjadi simbol perasaan haru tatkala mengingat masa masa dengan seribu kisah yang telah dilalui bersama dan kini hanya akan menjadi sebuah kenangan. Alunan musik dan lagu perpisahan membuat suasana semakin terasa mengharukan.

Diawal acara beberapa santri akhir KMI diperkenankan untuk menyampaikan kesan kesan dalam 3 bahasa. 1. Bahasa Indonesia oleh Ananda Irma Novera
2. Bahasa Arab oleh Ananda Amruddin, dan
3 Bahasa Inggris oleh Ananda Puspa Gemintang

Kemudian dilanjutkan dengan yudisium penetapan kriteria tiap tiap siswa. Satu persatu namanya disebutkan, menentukan kriteria apa yang didapatnya selama 4-6 tahun menimba ilmu di Darel Azhar. Dan 12 santri ditetapkan sebagai siswa dengan kriteria terbaik atau istimewa.

Beberapa pesan dan nasihatpun disampaikan dalam sambutan bapak pimpinan ponpes Darel Azhar, Dr. KH. Ikhwan Hadiyyin, MM dan Abuya Dr. KH. Hasan Basri Tanjung, MA.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwasannya ada 3 org tua yang harus kalian patuhi dalam hidup ini.
1. Orang tua kandungmu
2. Orang tua belajarmu (guru)
3. Orang tua istri/suamimu (mertua)

Pesan pesan yang disampaikan merupakan suatu pembekalan menghadapi kehidupan yang akan ditempuh lebih jauh lagi setelah diwisuda. Dengan harapan semoga mampu menjadi alumni yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat.