Mengasah karya di Parade Busana

Parade Busana antar rayon

DAREL AZHARSantri tidak hanya pandai mengaji dan rajin ke masjid. mereka adalah generasi muda kreatif yang memiliki segala potensi dan keterampilan, karena keatifitas dan seni bisa mengubah hal yang biasa menjadi luar biasa serta mengubah hal yang tak berguna menjadi busana indah nan menawan.

Barang bekas tak selamanya menjadi sampah. Di tangan para santri Ponpes Modern Darel Azhar Rangkasbitung, barang bekas seperti koran,sampah dedaunan dan tas kresek bisa berubah menjadi busana.

Seperti dipamerkan sejumlah santri dalam acara Parade Busana antar rayon, Rabu (18/7/2018). acara ini digelar di depan Gedung Kuwait mulai pukul 20.00 s/d 22.00 WIB.  Para model tak hanya dituntut berjalan layaknya peragawati. tapi, juga dituntut cerdas karena harus mempresentasikan busana daur ulangnya dihadapan dewan juri.

Acara ini sangat penting untuk melatih kepedulian para santri terhadap lingkungan sekaligus memanfaatkan barang-barang bekas agar lebih bernilai ekonomi. Terbinanya kreatifitas santri di Darel Azhar dengan inovasi tiada hentinya membuat pondok ini seperti lahan berkeasi. Darel Azhar memberi keleluasaan untuk mengeksplorasikan potensi yang dimiliki.  Muncullah santri yang pandai di berbagai bidang seni dan keterampilan.

Namun, yang paling penting, melalui berbagai kreasi itu santri bisa berdakwah menyebarkan islam. Memasukkan nilai-nilai islam di dalam berkreasi dan memudahkan proses islamisasi karena seni bisa menyentuh berbagai lapisan masyarakat dari kalangan atas hingga kalangan bawah.