Monthly Archives: Juli 2018

PENANDATANGANAN IKRAR WAKAF TAHAP KE I. DI PONPES MODERN DAREL AZHAR RANGKASBITUNG

Sambutan ikrar wakaf oleh pimpinan pondok

Salah satu unsur penting dalam perwakafan adalah “Ikrar Wakaf ” Ikrar wakaf merupakan pernyataan dari orang yang berwakaf (wakif) kepada pengelola atau manajer wakaf (nadzir) tentang tujuannya untuk mewakafkan harta yang dimilikinya guna kepentingan tertentu yang lebih bermanfaat.

Selasa (24/7/2018) bertempat di Pondok Pesantren Darel Azhar, Rangkasbitung- Lebak, Banten. Memasuki usianya yang ke 23 tahun pondok pesantren Darel Azhar. Terdapat peristiwa yang sangat bersejarah yaitu ikrar wakaf yang dibacakan dan ditandatangani langsung oleh pimpinan pesantren Dr. KH. Ikhwan Hadiyyin, MM selaku pemilik tanah yang mewakafkan tanahnya seluas 23. 460 m2 ( 2,3460 ha) yang digunakan untuk lembaga pendidikan Islam. Penandatanganan Ikrar Wakaf itu dihadiri oleh nadzir, saksi, camat, kepala KUA, serta para kabag ponpes Darel Azhar.

Diawali dengan sambutan yang mengharukan. Dalam sambutannya beliau mengawali dengan menyebutkan beberapa ayat suci Al Quran dan al Hadits.

“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah segala amalannya, kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah ( wakaf), ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakannya”. [HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i]

Alquran dan Hadits tersebut merupakan alasan mengapa pondok diwakafkan, agar menjadi sodaqoh jariyah yang terus dirasakan manfaatnya oleh para pendirinya dan para generasi berikutnya.

Rasa syukur yang sangat mendalam tak bisa diibaratkan dengan apapun, mengingat perjuangan mendirikan Darel Azhar yang berawal dari sebidang tanah rawa-rawa yang luasnya hanya 2000 m. Kemudian bertambah sedikit demi sedikit sampai pada saat ini menjadi 115.000 m2/ 11.5 Hektar di sekitar perkotaan Rangkasbitung.

“Dari perkembangan ini, kami tidak segan segan dan tanpa ragu mewakafkan pondok ini, sehingga bukan lagi milik saya saja, juga bukan milik keluarga saja, melainkan milik umat Islam se dunia.” Ujar Pimpinan Pondok Darel Azhar.

Dilanjutkan dengan sambutan bapak Yadi Basari Gunawan selaku camat Rangkasbitung. Beliau menyatakan bahwasannya “Kami atas nama pemerintah daerah sangat mengapresiasi perwakafan tanah yang dilakukan oleh bapak kyai beserta keluarga untuk kemajuan Islam. Meski awalnya sempat kaget dan hampir tak percaya, karena ini merupakan hal pertama dan saya rasa bapak kyai Ikhwan ini merupakan pionir atau orang pertama yang mewakafkan tanahnya untuk kepentingan umat Islam seluas ini di Rangkasbitung .”

“Salah satu bentuk apresiasi pemerintah daerah Rangkasbitung adalah proses pengurusan berkas wakaf yang begitu cepat, tidak sampai hitungan jam bahkan hanya 15 an menit semuanya dapat diselesaikan. Kami akan bantu sesuai dengan Tupoksi saya untuk kemajuan pondok pesantren ini.
Sambung camat.

Sebelum pembacaan ikrar, sambutan dari unsur ketua BWI kabupaten Lebak KH. A. Izzuddin, Lc. alumnus Al Azhar University mengatakan : ” Kami salut dan mengapresiasi langkah berani yang dilakukan oleh Darul Azhar, yang mewakafkan aset tanahnya. Kalau saya sendiri barangkali belum siap”. Seraya sambil tersenyum.

Acara puncaknya , pembacaan ikrar yang dibaca langsung oleh kiyai Ikhwan disaksikan oleh seluruh yang hadir.

Lembaga Darel Azhar ini sebagai bentuk manifestasi dari esensi beribadah kepada Allah SWT. pesatnya transformasi dunia informasi, sains dan teknologi, serta untuk berpartisipasi aktif terhadap pembinaan kader-kader ummat. Sintesa atau kiblat Darel Azhar lembaga- lembaga internasional seperti Al Azhar University- di Cairo, dan pondok modern Gontor yang wakafnya sudah ribuan hektar, sehingga mampu mencetak para ulama dan pemimpin kelas dunia.

 

_Sekpim_

Persiapan Atlet Darel Azhar Menjelang PORPROV Banten

Persiapan Porprov Banten

DAREL AZHAREvent olahraga se-provinsi Banten bertajuk Pekan Olahraga Provinsi Banten ( PROPOV ) yang ke-V tahun 2018  akan diselenggarakan pada tanggal 4-11 November 2108 di kabupaten Tangerang. Ribuan atlet dari seluruh kabupaten kota se-provinsi Banten ikut serta dalam event ini dengan total cabang olahraga sebanyak 39 cabor.

Darel Azhar mengutus beberapa santri, guru bahkan alumni yang aktif mengukir prestasi di bidang Pencak Silat mewakili kabupaten Lebak. Segala persiapan mulai dari sarana dan prasarana terus dikebut oleh Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar), tidak hanya itu Atlet yang akan berlaga terus berlatih mengerahkan seluruh kemampuannya. Latihan yang sudah dimulai dari bulan Syawwal hingga saat ini. Atlet yang mewakili kabupaten Lebak berlatih 3 kali dalam seminggu yaitu pada hari kamis,sabtu dan ahad yang bertempat di Padepokan Ona Rangkasbitung.

Pencak silat merupakan salah satu ekstrakulikuler yang kini telah banyak menorehkan prestasi membanggakan yang diraih dalam berbagai ajang bergengsi tingkat kabupaten dan provinsi. Salah satunya event Pekan Olahraga Provinsi Banten ( PROPOV ) mempercayai beberapa atlet Darel Azhar untuk mewakili kabupaten Lebak.

 

Mengasah karya di Parade Busana

Parade Busana antar rayon

DAREL AZHARSantri tidak hanya pandai mengaji dan rajin ke masjid. mereka adalah generasi muda kreatif yang memiliki segala potensi dan keterampilan, karena keatifitas dan seni bisa mengubah hal yang biasa menjadi luar biasa serta mengubah hal yang tak berguna menjadi busana indah nan menawan.

Barang bekas tak selamanya menjadi sampah. Di tangan para santri Ponpes Modern Darel Azhar Rangkasbitung, barang bekas seperti koran,sampah dedaunan dan tas kresek bisa berubah menjadi busana.

Seperti dipamerkan sejumlah santri dalam acara Parade Busana antar rayon, Rabu (18/7/2018). acara ini digelar di depan Gedung Kuwait mulai pukul 20.00 s/d 22.00 WIB.  Para model tak hanya dituntut berjalan layaknya peragawati. tapi, juga dituntut cerdas karena harus mempresentasikan busana daur ulangnya dihadapan dewan juri.

Acara ini sangat penting untuk melatih kepedulian para santri terhadap lingkungan sekaligus memanfaatkan barang-barang bekas agar lebih bernilai ekonomi. Terbinanya kreatifitas santri di Darel Azhar dengan inovasi tiada hentinya membuat pondok ini seperti lahan berkeasi. Darel Azhar memberi keleluasaan untuk mengeksplorasikan potensi yang dimiliki.  Muncullah santri yang pandai di berbagai bidang seni dan keterampilan.

Namun, yang paling penting, melalui berbagai kreasi itu santri bisa berdakwah menyebarkan islam. Memasukkan nilai-nilai islam di dalam berkreasi dan memudahkan proses islamisasi karena seni bisa menyentuh berbagai lapisan masyarakat dari kalangan atas hingga kalangan bawah.