Matrikulasi Bahasa Arab Fakultas Usuluddin & Dakwah UIN Sultan Hasanuddin Banten bersama STITDA di Darel Azhar

Matrikulasi B.Arab Mahasiswa UIN Banten

DAREL AZHAR- Rambut adalah mahkota manusia. Pribahasa ini bukan hanya kiasan keindahan namun sudah menjadi barometer lifestyle saat ini. Bahasa adalah mahkota sesungguhnya bagi manusia saat  karena ia pakaian jiwa dan keahlian seseorang bukan penampilan luar seperti rambut. Menguasai bahasa asing adalah senjata utama dalam peperangan dan persaingan selain kompetensi alat, fisik, dan pengetahuan yang harus dimiliki sehingga sangat tidak mungkin dapat menaklukkan lawan tanpa menguasai bahasa mereka. Bahasa Arab merupakan bahasa internasional, bahasa agama Islam dan bahasa Al-qur’an, kita tidak bisa memahami Al-Qur’an dan as-Sunnah dengan pemanhaman yang benar dan selamat (dari penyelewengan) kecuali dengan bekal bahasa Arab.

Fakultas Ushuludin dan dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten seakan tak rela jika para mahasiswanya tak cakap berbahasa asing khususnya bahasa arab. Tepatnya kamis malam ceremonial pembukaan matrikulasi bahasa arab dibuka oleh Kepala Bidang Pusat Kajian Bahasa Dr Nur Arifin di Aula Azhar Ponpes Modern Darel Azhar. Para mahasiswa ini akan digembleng aneka ragam materi bahasa arab selama 3 hari penuh sejak 15 sampai 18 November 2018. Matrikulasi ini bertujuan memberikan pembekalan dasar mahasiswa untuk memudahkan mereka menghadapi perkuliahan khususnya dalam bidang bahasa Arab, sehingga diharapkan setelah mengikuti matrikulasi ini mahasiswa dapat lebih mencintai bahasa Arab.

Dr. KH. Ikhwan Hadiyyin MM selaku tuan rumah kegiatan akademik ini menjelaskan sedikitnya ada 5 materi yang wajib diperdalam oleh para mahasiswa yaitu; Kaedah Nahwu, Kaedah Sorof, Imla, muthalaah ( reading text ), tahsin qiraat dan rasm. Kelima unsur pokok bahasa arab ini harus dikuasai oleh para mahasiswa sebagai modal dasar mengkaji keislaman terlebih mendalam Alquran sebagai kitab suci umat islam. Sejak dilahirkan kemuka bumi setiap muslim diadzani oleh ayahnya menggunakan bahasa arab kemudian shalat dan mengajipun berbahasa arab hingga masuk liang lahat kelak diadzani lagi dengan bahasa arab maka urgensi bahasa ini sudah tidak perlu diperdebatkan lagi bahkan pak kyai menambahkan bahwa penghuni surga pasti berbahasa arab.

Matrikulasi ini diawali dengan Pre Test sebagai kegiatan menguji tingkatan pengetahuan mahasiswa terhadap materi yang akan disampaikan dan diakhiri dengan Post Test  sebagai evaluasi akhir setelah berakhirnya penyampaian materi sekaligus mengetahui materi apa yang belum dipahami oleh sebagian besar mahasiswa.

Tadribu Rimayah/Panahan

Bahasa ialah ilmu terapan yang tidak hanya sebatas pengetahuan namun harus diaplikasikan dalam kompetensi percakapan, tulisan, pidato, nyanyian dsb. STITDA ( Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Darel Azhar ) dipercaya oleh UIN Banten untuk menjalankan program matrikulasi bahasa arab ini sekaligus kehormatan bagi kami dan kerjasama yang harmonis. Oleh karenanya, para dosen STITDA telah menyusun kegiatan program ini dalam 2 bentuk yaitu pengayaan materi dan implikasi teori melalui halaqoh tadribiyah diruangan tertutup dan praktikum percakapan sehari-hari sejak bangun pagi hingga malam para mahasiswa beristirahat.

Implikasi Teori yang diajarkan diantaranya memanah dan berenang, keduanya merupakan Sabda Nabi SAW yang menganjurkan dalam Hadist Riwayat Sahih Bukhori/Muslim : “Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah”.

Menjadi santri selama 3 hari merupakan pengalaman berharga bagi para mahasiswa UIN Banten, begitu luas ilmu kehidupan yang didapat selama berperan menjadi santri, tak kenal kata lelah dalam belajar dan beribadah.

MoU ini semoga menjadi kerjasama baik antara lembaga pendidikan islam diindonesia dan senantiasa menjadi program utama dalam penjaminan mutu pendidikan khususnya bidang bahasa hal ini disampaikan oleh bapak kyai saat memberikan materi perdana bersama Dr. Mahfuddin jumat pagi tadi.