Monthly Archives: Juni 2019

Stadium General bertemakan Peradaban Tulisan Wahyu Ilahi dalam Teks Rasm dan Ragam Bentuk Tulisan Arab

DAREL AZHAR– Indah, elok, bahkan menakjubkan. Mungkin itu adalah ungkapan yang tepat, yang terlintas dalam benak setiap jiwa yang memandang keindahan kalam Ilahi yang tertuang dalam bentuk tulisan dan dipadukan dengan seni yang kita kenal dengan ” Kaligrafi “.

Dari seni kaligrafi, yang kita nikmati hanya sekedar keselarasan dan keindahan tulisannya saja, namun pernahkah terlintas dalam pikiran kita untuk mengetahui asal-usul lahirnya seni tersebut? Atau bahkan mungkin mengenai kaidah yang ada di dalamnya?

Pada malam ini, sabtu 2 Maret 2019. Merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi seluruh mahasiswa STITDA . Karena diberikan kesempatan untuk belajar dan mengetahui lebih dalam mengenai seni tersebut.
Acara tersebut diberi tema ” Peradaban Tulisan Wahyu Ilahi dalam Teks Rasm dan Ragam Bentuk Tulisan Arab ” yang disampaikan oleh : Ust. Alim Gema Alamsyah, Lc.MA.
Beliau adalah seorang kaligrafer/khotot yang mempunyai banyak pengalaman dalam bidang seni kaligrafi. Beberapa perlombaan tingkat Internasional pernah beliau ikuti.
Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan tentang alat-alat yang diperlukan untuk menulis sebuah kaligrafi dan berbagai macam jenis Khot dalam kaidah kaligrafi.

Adapun alat-alat yang paling utama yang digunakan untuk menulis kaligrafi adalah :
1. Pena yang sering disebut dengan “handam”
2. Kertas (Warak)
Kertas yang digunakan adalah kertas muqohhar, yaitu kertas yang mempunyai permukaan licin. Orang-orang pada zaman dahulu menggunakan putih telur untuk membuat permukaan kertas menjadi licin.
3. Tinta ( Dawat)
Dawat tersebut terdiri dari mahbaroh ( tempat tinta) kemudian diisi oleh liqoh atau benang sutra yang berfungsi untuk menahan tinta agar tidak menggenang dalam tempat tersebut, kemudian barulah diisi dengan tinta.

Adapun ragam khat dalam seni kaligrafi, diantaranya yaitu :
1. Khat Khoufi
Merupakan khat yang pertama kali muncul yang berasal dari Arab dan cenderung bentuknya sangat kaku.
2. Khat Tsulus
Ciri utama dari khat ini adalah bentuk tulisannya sudah agak lentur dan pada huruf-huruf tertentu terdapat tarwis, misalnya pada huruf Alif,Lam dan sebagainya.
3. Khat Naskhi
Ciri utama khat ini adalah ukuran tulisannya sudah agak kecil dibandingkan dengan Khoufi dan Tsulus. Dan dijadikan sebagai tulisan mushaf Al-Qur’an seperti yang kita punyai saat ini.
4.Khat Farisi
Merupakan khat yang berasal dari Persia.
5. Khat Diwani
Berasal dari Turki, yang dipakai di perkantoran. Seperti untuk menulis surat dan lain sebagainya. Setelah khat Diwani muncul lah khat Diwani Jali yang berfungsi untuk menulis sesuatu yang bersifat rahasia karena karena sifat dari khat tersebut adalah sulit dibaca dan diubah.
7. Khat Riq’ah
Bentuk tulisannya paling kecil dibandingkan dengan khat yang lain dan biasanya digunakan untuk metode menulis arab yang cepat.
Perlu diketahui bahwa kaligrafi sanadnya tidak sampai pada Rasulullah, berbeda dengan Al-Qur’an yang sanadnya sampai pada Rasulullah. Karena Rasul tidak dapat menulis, tetapi kaligrafi sanadnya sampai pada Ali bin Abi Thalib, R.A. Kaligrafi merupakan warisan budaya Islam yang harus kita jaga kelestarian nya.
Jangan sampai warisan tersebut punah, karena kecanggihan teknologi yang semakin berkembang pesat . Yang membuat kita malas untuk menulis nya apalagi untuk mempelajari nya.

Sekpim #UM

Administrasi santri pasca liburan

Darel Azhar- Darel azhar merupakan salah satu Pondok Pesantren Modern yang menggunakan sistem self berdruifing system yang artinya sama-sama membayar sama-sama memakai. Maka uang yang di bayarkan kembali nya bukan untuk keluarga pondok melainkan untuk kepetingan pondok itu sendiri, adapun jumlah administrasi yang harus di bayar adalah sebesar Rp.965.000,00 dengan rincian :
• Iuran bulanan : Rp.290.000,00
• Daftar ulang : Rp. 675.000,00
Santri diharapkan agar bisa melunasi administrasi ketika datang ke Pondok setelah habisnya waktu libur mereka. Iuran santri tersebut akan digunakan untuk kebutuhan nya di pondok seperti untuk makan, air, dan kepentingan lainnya.
Adapun untuk kepentingan yang lain seperti kebutuhan santri, pondok juga telah menyediakan kebutuhan-kebutuhan santri di UKG (Unit Koperasi Guru) yang menyediakan banyak kebutuhan santri, mulai dari makanan hingga peralatan mandi dan sebagai nya. Dengan harapan agar mempermudah santri untuk membeli kebutuhan mereka.