Silaturrahim Gubernur Banten di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar

Rangkasbitung, 26 Oktober 2018, Gubernur Banten, bapak Dr. H. Wahidin Halim, M.Si mengunjungi Pondok pesantren Darel Azhar, Rangkasbitung untuk bersilaturrahim dengan seluruh keluarga besar Darel Azhar serta para kiyahi, tokoh masyarakat dan warga sekitar pondok.

Kedatangannya disambut meriah oleh pasukan Marching band, Pramuka Saka Bhayangkara, asatidz dan ribuan santri-santri yang sudah berjejer membentuk pagar betis menuju kediaman bapak pimpinan. Saat ramah tamah di Majelis Mudir beliau disuguhi dengan penampilan penampilan para santri yang berupa hadroh, kolaborasi tari topeng ireng serta penampilan dari para atlet Tapak Suci dan senam Darel Azhar.

Merupakan suatu kebanggaan yang patut disyukuri oleh pondok pesantren Darel Azhar atas kunjungan Gubernur Banten dalam rangka silaturahim pada hari ini, meskipun sudah dikunjungi tujuh jendral dan dua menteri namun merupakan pertamakalinya pondok pesantren Darel Azhar dikunjungi oleh seorang gubernur di usia pondok yang sudah hampir mencapai seperempat abad, terhitung sejak didirikannya pondok.

Pada kesempatan ini beliau menyampaikan tausiah di hadapan seluruh asatidz, santri Darel Azhar, Ibu ibu majelis ta’lim dan juga warga sekitar pondok. Diawali dengan sambutan dari bapak pimpinan pondok pesantren Darel Azhar, kemudian tausiah yang penuh makna terutama betapa pentingnya mencari ilmu, hidup sederhana dan selalu bersungguh-sungguh dalam menghadapi perjuangan hidup .

Satu setengah jam berlalu, tak terasa waktu tausiah sudah saatnya berakhir. Acara dilanjutkan dengan ground breaking yaitu peletakan batu pertama untuk pembangunan Gedung Serba Guna (GSG) Darel Azhar. Gedung inilah yang akan menjadi salah satu icon pada milad 25 th Darel Azhar yang akan datang. Kegiatan gubernur disambung dengan peresmian kolam renang syar’i Darel Azhar, atau yang dikenal dengan sebutan “DAZ Swimming Pool” yang berjarak 300 m sebelah timur pondok pesantren.

Rombongan gubernur bersama 5 presidium FSPP Forum Silaturrahim Ponpes Banten berkenan sholat jamaah Maghrib dan Isya di kediaman pimpinan ponpes dilanjutkan dengan Tasliyah dan diskusi dengan para kiyai FSPP dan FKPM Banten.

Terasa begitu singkat kunjungan Gubernur di ponpes Darel Azhar bagai rintikan gerimis yang sejenak hadir membasahi bumi, membawa berkah bagi kehidupan segenap makhluk namun kemudian pergi lagi. Kurang lebih 4 jam berlalu dari awal kedatangannya hingga beliau kembali meninggalkan Ponpes Darel Azhar. Namun meninggalkan kesan yang mendalam bagi para santri Darel Azhar Rangkasbitung.

Icon ke-dua dalam menyambut Seperempat Abad Darel Azhar

Tak pernah ingin berhenti menebar kebaikan untuk warga Lebak khususnya dan ummat Islam umumnya, pondok pesantren modern Darel Azhar kembali memulai pembangunan Gedung Serba Guna atau disingkat GSG setelah pewakafan tanahnya beberapa bulan yang lalu.

Pembangunan gedung tersebut berada di samping TK dan PAUD Darel Azhar di atas tanah yang baru saja diwakafkan oleh Bapak Dr. KH. Ikhwan Hadiyyin, MM 4 bulan lalu saat ikrar wakaf tahap satu di laksanakan. Tercatat sebanyak 24 sertifikat tanah pesantren mencakup tanah yang digunakan untuk pembagunan GSG dan beberapa lahan tanah lainnya.

700 dumptruk tertulis rapih di bagian pembangunan guna mengurug tanah seluas 1800m2 dikarenakan kondisi tanah rawa yang penuh air. Merasa perlunya perencanaan yang matang untuk pembangunan GSG ini, bapak kyai mengundang warga sekitar komplek untuk turut rembuk bersama membahas sistem pembangunan serta harapan kedepannya.

Turut hadir ketua Rw 08/09 dan Rt 09 beserta 24 tokoh masyarakat membentuk kepanitian pembangunan drainase ini menambah semangat dalam mewujudkan Lebak Sehat.

Ditargetkan daya tampung GSG mencapai 2500 orang. Yang kemudian dapat digunakan sebagai sarana pertemuan, resepsi pernikahan, sarana olahraga dan pentas seni. Di sisi lain juga guna menjawab warga Rangkasbitung akan kebutuhannya atas gedung tersebut, karena tepat berada di jantung kota Rangkasbitung yang diapit 12 sekolah di komplek pendidikan serta 20 sekolah lainnya dalam radius 3 km.

Manfaat ini tentulah menjadi keberkahan bagi pondok pesantren Darel Azhar dan warga kota Rangkasbitung dalam menjalankan aktivitasnya.

Ustadz H. Suwandi, S.Ag, M.Pd, sebagai pimpinan proyek GSG telah mendatangkan 2 insinyur ahli kontruksi untuk merancang gedung yang indah dan kuat. Proses ini dibantu oleh seluruh staff pembangunan. Gedung Serba Guna ini juga sekaligus akan menjadi ikon Milad Darel Azhar yang ke-25. Sebab sudah selazimnya perhelatan akbar yang banyak manusia berkumpul, memerlukan gedung pertemuan sebagai sarana yang urgen. Oleh karena itu, selaku ketua panitia Milad Darel Azhar yang ke-25 ini, ustadz Akhmad Balya IM, S.Pd.I dan Ustadz A. Rifa’i Arif, M.Pd mengajak para alumni pesantren Darel Azhar, wali santri dan donatur Syaikhoh Maryam dari Kuwait untuk turut berperan aktif dalam pembangunannya.
GSG ini diperkirakan akan menghabiskan dana Rp 4 milyar. Dengan luas, panjang 50 m lebar 30m dan tinggi 12 m.
Dengan memohon Ridlo Allah swt, semoga aula ini telah selesai pembangunannya pada Maret tahun 2020 mendatang. Aamiin,,

Sambutan Bapak Pimpinan Ponpes Modern Darel Azhar dalam HUT RI ke-73

قال الله في كتابه الكريم : وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتًۢا ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (Ali Imran :169)

وكذا لك قال في أية أخرى وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

Dan orang-orang yang berjuang di jalan kami, maka sungguh kami benar benar memberi petunjuk (kemudahan) kepada jalan jalan kami, dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat ihsan.” (QS. Al Ankabut: 69)

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيد

Artinya: “Ingatlah tatkala Rabb kalian menetapkan: jika kalian bersyukur niscaya akan Ku tambah (nikmatku) pada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim : 7)

Suatu tasyakuran yang sangat mendalam bagi kita, dimana pada pagi hari ini kita dapat menyelenggarakan upacara atau apel dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-73.

Betapa beratnya bangsa Indonesia merebut kemerdekaan. Sejak tahun 1602 tepatnya pada bulan Maret, bangsa Belanda membentuk suatu perserikatan dagang yang disebut dengan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie). Awalnya perserikatan dagang ini dibentuk hanya untuk dagang semata. Namun lama kelamaan mereka merusak kedaulatan republik Indonesia. Bukan hanya dagang yang mereka lakukan, melainkan juga menyebarkan agama kristen di Indonesia, meski tujuan utama pada awalnya adalah mencari keuntungan perdagangan dengan cara menguasai kota-kota pelabuhan pusat perdagangan, menguasai daerah penghasil komoditas perdagaangan, dan meenerapkan monopoli perdagangan untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya, baik melalui perjanjian atau perdagangan.

Dimulai dari Cut Nyak Dien hingga Jendral Sudirman, mereka begitu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia yang tak mudah didapatkan begitu saja. Jendral Sudirman, walaupun menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda. Ia merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Ia selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara.

Kurang lebih 100 tahun sebelumnya, Pangeran diponegoro, pada tahun 1825 – 1830, ia memimpin perjuangan dengan segala tipu daya Belanda hingga akhirnya Pangeran diponegoro juga dibunuh oleh bangsa Belanda.

Betapa besar perjuangan para pejuang Indonesia dalam memperjuangkanTanah air sebelum dinyatakan merdeka oleh Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945, tepatnya dihari Jum’at.

Apakah saat itu Belanda langsung pulang? Nyatanya tidak. Mereka melakukan pemberontakan pada tahun 1948 dengan upaya menanamkan kembali kekuasaannya di Indonesia.

Selain itu Jepang juga berusaha menduduki kekuasaan di Indonesia. Bahkan pada tahun 1948 bangsa Indonesia berada di ambang kehancuran. Namun hadirnya Sutomo, pahlawan Republik Indonesia dengan semangat takbir Allahu Akbar,,, Allahu Akbar beliau berpidato di RRI Surabaya. Hal ini mampu membangkitkan kembali semangat pasukan Indonesia untuk terus mempertahankan kemerdekaannya. Perjuangan dengan tumpah darah, bahkan tak sedikit diantaranya yang meninggal dunia. Dalam perjuangan tersebut bapak dari pimpinan ponpes modern Darel Azhar juga terlibat di dalamnya.

Melalui sejarah ini, kita dapat mengerti bahwasannya merebut kemerdekaan itu bukanlah suatu hal yang mudah. Begitu juga dengan mengisi kemerdekan ini bukanlah suatu hal yang mudah. Maka patutlah kita mengisinya dengan sebaik baiknya.

Umat Islam di Indonesia merupakan umat Islam yang terbesar di dunia. Harta dan kekayaannya juga melimpah ruah. Namun jika generasi muda Islam Indonesia saat ini hanya dicekoki dengan narkoba, film film porno serta adat adat asing yang tidak mendidik, maka tidak bisa bangsa ini dikatakan merdeka. Maka 14 abad yang lalu, Nabi Muhammad SAW, telah memperingatkan kepada kita semua.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Hampir-hampir bangsa-bangsa (kafir) saling mengajak untuk memerangi kamu, sebagaimana orang-orang yang akan makan saling mengajak menuju piring besar mereka”, Seorang sahabat bertanya: “Apakah disebabkan dari sedikitnya kita pada hari itu?” Beliau menjawab: “Tidak, bahkan pada hari itu kamu banyak, tetapi kamu buih (sampah), seperti buih (sampah) banjir. Dan Allah akan menghilangkan rasa gentar (takut) dari dada (hati) musuhmu terhadap kamu. Dan Allah akan menimpakan wahn (kelemahan) di dalam hati kamu,” Seorang sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah wahn itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Cinta dunia dan takut menghadapi kematian”.

Maka diakhir sambutannya beliau menegaskan kepada seluruh santri selaku generasi penerus bangsa, Siapkah kita mengisi kemerdekaan ini dengan belajar bersungguh-sungguh? Siapkah kita untuk terus mempertahankan kemerdekaan Indonesia?

InsyaAllah kemerdekaan Indonesia akan tetap jaya manakala pemuda pemudi Indonesia seperti pemuda pemudi Darel Azhar.

Allahu Akbar,,, ✊🏻✊🏻✊🏻

Sekpim