Wakaf dan Implementasinya di Ponpes Modern Darel Azhar Rangkasbitung

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم

(إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ)
[Surat Ali ‘Imran 96]

Sesungguhnya rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia ialah ( Baitullah) yang di Mekah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam ( Ali Imran 96).

Wakaf merupakan ajaran keagamaan yang sangat akrab di telinga kaum muslimin. Sejarah awal mulanya wakaf pun setua umur manusia terutama jika merujuk kepada ayat di atas yaitu Ka’bah. Ada yang mengatakan sejak Nabi Adam AS dan adapula yang memastikan sejak bapaknya para nabi yaitu Nabi Ibrahim AS yang merenovasi bangunan Ka’bah.

Islam ialah agama yang dibawa para nabi sejak nabi Adam as, yang diperbaharui syariatnya oleh Nabi Muhammad SAW.
Sejak awal sudah mengimplementasikan ajaran-ajaran keagamaan para nabi sebelumnya.
Wakaf keagamaan pertama yang dilakukan Rasulullah SAW ialah membangun Masjid Quba kemudian selang 6 bulan Rasul pun mewakafkan pembangunan masjid Nabawi di Madinah.
Dari pembelian tanah yang dimiliki anak yatim. Dana pembelian tanah tersebut murni dari uang pribadi Rasulullah. Itulah awal mula wakaf keagamaan dalam yurespudensi Islam.

Setelah Islam berkembang kian pesat di kota Madinah dan syariat-syariat tegak lurus dilaksanakan oleh kaum muslimin. Wakaf tetap menjadi primadona di kalangan para sahabat nabi. Diriwayatkan oleh putranya sendiri bahwa Umar bin Khattab sangat bahagia mendapatkan bagian tanah yang subur dan penuh dengan pepohonan yang berbuah lebat. Lantas Umar meminta saran kepada baginda Nabi tentang tanah tersebut.

وَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ : ( أَصَابَ عُمَرُ أَرْضًا بِخَيْبَرَ , فَأَتَى اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَسْتَأْمِرُهُ فِيهَا, فَقَالَ : يَا رَسُولَ اَللَّهِ ! إِنِّي أَصَبْتُ أَرْضًا بِخَيْبَرَ لَمْ أُصِبْ مَالًا قَطُّ هُوَ أَنْفَسُ عِنْدِي مِنْه ُ قَالَ : إِنْ شِئْتَ حَبَسْتَ أَصْلَهَا, وَتَصَدَّقْتَ بِهَا قَالَ : فَتَصَدَّقَ بِهَا عُمَرُ, ]غَيْرَ] أَنَّهُ لَا يُبَاعُ أَصْلُهَا, وَلَا يُورَثُ , وَلَا يُوهَبُ , فَتَصَدَّقَ بِهَا فِي اَلْفُقَرَاءِ, وَفِي اَلْقُرْبَى, وَفِي اَلرِّقَابِ, وَفِي سَبِيلِ اَللَّهِ, وَابْنِ اَلسَّبِيلِ, وَالضَّيْفِ, لَا جُنَاحَ عَلَى مَنْ وَلِيَهَا أَنْ يَأْكُلَ مِنْهَا بِالْمَعْرُوفِ , وَيُطْعِمَ صَدِيقاً ) غَيْرَ مُتَمَوِّلٍ مَالًا مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ وَفِي رِوَايَةٍ لِلْبُخَارِيِّ : ( تَصَدَّقْ بِأَصْلِهِ, لَا يُبَاعُ وَلَا يُوهَبُ, وَلَكِنْ يُنْفَقُ ثَمَرُهُ )

Ibnu Umar berkata: Umar Radliyallaahu ‘anhu memperoleh bagian tanah di Khaibar, lalu menghadap Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam untuk meminta petunjuk dalam mengurusnya. Ia berkata: Wahai Rasulullah, aku memperoleh sebidang tanah di Khaibar, yang menurutku, aku belum pernah memperoleh tanah yang lebih baik daripadanya. Beliau bersabda: “Jika engkau mau ? wakafkanlah pohonnya dan sedekahkanlah hasil (buah)nya.” Ibnu Umar berkata: Lalu Umar mewakafkannya dengan syarat pohonnya tidak boleh dijual, diwariskan, dan diberikan. Hasilnya disedekahkan kepada kaum fakir, kaum kerabat, para hamba sahaya, orang yang berada di jalan Allah, musafir yang kehabisan bekal, dan tamu. Pengelolanya boleh memakannya dengan sepantasnya dan memberi makan sahabat yang tidak berharta. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Muslim. Dalam riwayat Bukhari disebutkan, “Umar menyedekahkan pohonnya dengan syarat tidak boleh dijual dan dihadiahkan, tetapi disedekahkan hasilnya.

Adanya perbedaan pendapat antara baginda Nabi Muhammad SAW atau sahabat beliau Umar bin Khattab yang melakukan wakaf model baru tersebut. Yaitu Rasulullah SAW pada tahun ketiga Hijriyah pernah mewakafkan ketujuh kebun kurma di Madinah; diantaranya ialah kebun A’raf Shafiyah, Dalal, Barqah dan kebun lainnya. Namun yang jelas adalah wakaf di kala itu sudah bermetamorfosis menjadi wakaf derma ( filantropis ) yaitu : tidak hanya berupa tanah yang diperuntukan rumah ibadah atau masjid. Melainkan mengambil alih atau menahan kepemilikannya untuk tidak dijual, diberikan, diwariskan dan memberikan manfaatnya bagi faqir miskin, dhuafa, ibnu sabil, yatim dan seterusnya.

Pada abad kedua hijriah umat Islam mulai mengenal wakaf tunai atau wakaf uang. Imam az Zuhri ( 124 H wafat ) ulama terkemuka waktu itu memperbolehkan wakaf dirham dan dinar untuk kepentingan pembangunan sarana dakwah, sosial dan pendidikan Islam.

Darel Azhar sebagai Lembaga Pendidikan Islam yang berdiri sejak 5 Maret 1995 dibangun di atas tanah wakaf keluarga seluas 2000 m2 yang kemudian ketika memasuki usianya ke-23 tahun diikrarkan wakafnya seluas 2, 4 Ha ( 24 000 m2) secara de jure dan de facto oleh Pimpinan Pesantren Dr . KH. Ikhwan Hadiyyin, MM melalui KUA Kab Lebak sebagai legislator hukumnya. Tercatat 10 Ha lagi yang akan diwakafkan untuk kepentingan pendidikan Islam. Adapun tanah yang 2, 4 Ha sebagian besarnya sudah dipenuhi gedung-gedung bertingkat.

Ponpes Modern Darel Azhar Rangkasbitung berasaskan sintesa universita Al Azhar Kairo Mesir yang memiliki jutaan hektar wakaf dan mengembangkannya menjadi pondasi perekonomian. Al Azhar Kairo mampu membiayai seluruh operasional pendidikan ; puluhan ribu beasiswa untuk para mahasiswa dalam dan luar negeri, gaji dan insentif para dosen, bahkan membantu kebijakan fiskal negara Mesir. Karena itulah PM Darel Azhar Rangkasbitung yakin bahwa eksistensi pendidikan di pesantren ini akan terus berjalan walaupun estafeta kepemimpinan silih tumbuh dan berganti hingga ribuan tahun akan kekal dan abadi.

Tak hanya berhenti pada wakaf keagamaan, Darel Azhar Rangkasbitung juga membangun gedung-gedung dan unit usaha ekonomi sebagai implementasi panca jangkanya yaitu khizanatullah serta pembangunannya. Pada tahun 2019 ini Darel Azhar membangun Gedung Serba Guna di atas tanah wakaf seluas 1900 m2 yang mampu menampung 2500 orang untuk pertemuan dan asrama santri. Gedung Serba Guna ini juga akan digunakan sarana olah raga yang modern bagi siswa dan mahasiswa di sekitar komplek pendidikan. Hal ini sebagai wujud dari rencana pimpinan pondok dan sekaligus pimpinan Forum Kepala Sekolah dan Perguruan Tinggi ( FKS-PT) Komplek Pendidikan . Pembangunan ini dilakukan oleh pimpinan pesantren dan para gurunya sebagai rasa tanggung jawab menjalankan amanah perjuangan dan wakaf untuk umat Islam di Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya.

Marilah kita sebagai muslim berlomba-lomba mendermakan ( filantropis ) sebagian harta untuk wakaf umat Islam khususnya wakaf tunai demi pembangunan GSG Darel Azhar. Sebagaimana Abu Thalhah yang mewakafkan kebun kesayangannya “Bairaha” setelah Umar bin Khattab berwakaf . Atau seperti Abu Bakar Asshidiq yang mewakafkan sebidang tanahnya di Mekah, Utsman Bin Affan yang membeli sumur dari yahudi yang kemudian diwakafkan hingga sekarang yang kita masih merasakan manfaatnya. Juga Mu’adz bin Jabbal yang mewakafkan rumahnya yang terkenal dengan “Dar al Anshor”. Itu semua sebagai bentuk kecintaan beribadah kepada Allah SWT sebagaimana tertulis dalam surat Ali ‘Imran ayat 92 :

(لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ)

Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui.

Sekretariat DA.

Panduan Penerimaan Santri Baru Tahun Ajaran 2019/2020 Ponpes Modern Darel Azhar Rangkasbitung Lebak

🔊Keterangan umum

🏘Pondok Pesantren Darel Azhar Adalah Pondok Pesantren Modern Yang Didirikan Pada Tahun 1995 Di Kabupaten Lebak, Banten Oleh KH. Dr. Ikhwan Hadiyyin, MM, Alumni KMI dan Sarjana Pondok Modern Darussalam Gontor dan Universitas Ibnu Khaldun

📚Jenjang Pendidikan Didalamnya Adalah Kuliyatul Muallimin Al-Islamiyah (KMI) Yang Telah Mendapatkan SK Tsanawiyah, MA, dan SMA Dari Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI.

👨🏻‍🏫Tenaga Pendidik Terdiri Dari Berbagai Alumni Pondok Pesantren Modern dan Salafi Dan Beberapa Universitas Islam Di Indonesia.

# Semua Santri Harus Tinggal Di Dalam Kampus Pondok Yang Luasnya Tidak Kurang dari 11.5 Hektare, Dengan Kampus Yang Terpisah Antara Putra Dan Putri.

🕹Semua Santri Harus Mengikuti Disiplin Dan Peraturan Yang Ada Dengan Ketat, Termasuk Disiplin Berbahasa Arab Dan Inggris Setiap Hari, Bagi Santri Yang Sudah Bermukim Di Pondok Selama 6 Bulan.

👨🏻‍🎓Alumni Ponpes Modern Darel Azhar Bisa Diterima Di Perguruan Tinggi Negeri Atau Swasta Dalam Dan Luar Negeri (Seperti Universitas Al-Azhar Kairo, Universitas Islam Madinah, LIPIA Jakarta, TRIPOLI, Lybia, UIN Jakarta, IPB Bogor, UGM Yogyakarta, UNIDA Gontor, IIQ Jakarta, UNPAM, UNINDRA, ISBI Bandung Dan Lain-Lain.)

🏆Prestasi Yang Pernah Diraih Diantaranya :
🏅Juara umum POSPEKAB (Pekan olahraga dan seni pesantren kabupaten)
🏅 Juara 3 Lomba Puitisasi Alqur’an tingkat nasional (POSPENAS -2006 di Medan)
🏅Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Inggris tingkat nasional (POSPENAS – 2006 di Medan),
🏅 Juara 3 Lomba baca kitab kuning Fathul Mu’in tingkat Kabupaten -2006
🏅 Juara Umum 5 kali berturut turut POSPEDA Banten
🏅Dan Lain Lain.

💰 Iuran Wajib Perbulan Rp. 580.000 ,- dengan rincian:
➡Rp. 290.000 ,- Untuk Makan 3 Kali Sehari
➡Rp. 290.000 ,- Untuk Asrama (listrik, air, dll)

*PENDAFTARAN SANTRI BARU*

👥Yang Bisa Diterima Menjadi Santri Baru Adalah Tamatan SD/MI, Atau SMP/Mts. Atau Sederajat.

🕰Waktu Pendaftaran Santri Baru :

📠Pendaftaran :
Robiul Awwal 1440 S/d 29 Ramadhan 1440 ( Januari – 03 Juni 2019)

📜Pengumuman:
Masuk Pondok :
1 S/d 2 Dzulqo’dah 1440 (4-5 Juli 2019)

🎙Cara Pendaftaran
📧Langsung Ke Tempat Pendaftaran Dengan Membayar Uang Pendaftaran (Rp. 200.000) Dan Mengisi Formulir Pendaftaran, Atau Dengan Cara Mengirim Sms Atau Whattsap Ke 085345421930 (@Ust Rahmat Jatun F )/ 083877123388 (@Usth Suci Rulistiani) Dengan Menulis Nama#Org Tua#Sekolah Asal#Daerah Asal, Contoh Ahmad#Jatun#SDN Rangkasbitung #Pandeglang, Dan Membayar Uang Pendaftaran Serta Mengisi Formulir Sebelum Test.

📚Materi Test :
➡Test Psikologi
➡Ibadah amaliyah dan ibadah qouliyah
➡Pengetahuan Agama Dan Baca Tulis Al Quran

📩Biaya Pendaftaran Bisa Ditransfer Ke Rekening BSM dngan No rek 7020659038 atas nama Ponpes Modern Daar el azhar.

💰Biaya Administrasi Santri Baru
👤Putri >>> Rp.5.470.000 ,- (Sudah Termasuk Uang Iuran Bulanan Selama 1 Bulan)
👤Putra >>> Rp.5.370.000 ,- (Sudah Termasuk Uang Iuran Bulanan Selama 1 Bulan)

📥Biaya diatas SDH mendapatkan perlengkapan seragam :
✔Seragam sekolah (jubah/koko)
✔Seragam olahraga.
✔Seragam silat
✔Seragam pramuka (khusus putri)
✔Seragam hitam putih (khusus putri)
lemari dan kasur.
📥Biaya tersebut belum termasuk buku buku pelajaran.

📞Hal-Hal Yang Belum Jelas Bisa Ditanyakan Melalui Telp. 085345421930 / 083877123388

Darel Azhar Januari 2019

_Sekretaris_

 

Matrikulasi Bahasa Arab Fakultas Usuluddin & Dakwah UIN Sultan Hasanuddin Banten bersama STITDA di Darel Azhar

Matrikulasi B.Arab Mahasiswa UIN Banten

DAREL AZHAR- Rambut adalah mahkota manusia. Pribahasa ini bukan hanya kiasan keindahan namun sudah menjadi barometer lifestyle saat ini. Bahasa adalah mahkota sesungguhnya bagi manusia saat  karena ia pakaian jiwa dan keahlian seseorang bukan penampilan luar seperti rambut. Menguasai bahasa asing adalah senjata utama dalam peperangan dan persaingan selain kompetensi alat, fisik, dan pengetahuan yang harus dimiliki sehingga sangat tidak mungkin dapat menaklukkan lawan tanpa menguasai bahasa mereka. Bahasa Arab merupakan bahasa internasional, bahasa agama Islam dan bahasa Al-qur’an, kita tidak bisa memahami Al-Qur’an dan as-Sunnah dengan pemanhaman yang benar dan selamat (dari penyelewengan) kecuali dengan bekal bahasa Arab.

Fakultas Ushuludin dan dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten seakan tak rela jika para mahasiswanya tak cakap berbahasa asing khususnya bahasa arab. Tepatnya kamis malam ceremonial pembukaan matrikulasi bahasa arab dibuka oleh Kepala Bidang Pusat Kajian Bahasa Dr Nur Arifin di Aula Azhar Ponpes Modern Darel Azhar. Para mahasiswa ini akan digembleng aneka ragam materi bahasa arab selama 3 hari penuh sejak 15 sampai 18 November 2018. Matrikulasi ini bertujuan memberikan pembekalan dasar mahasiswa untuk memudahkan mereka menghadapi perkuliahan khususnya dalam bidang bahasa Arab, sehingga diharapkan setelah mengikuti matrikulasi ini mahasiswa dapat lebih mencintai bahasa Arab.

Dr. KH. Ikhwan Hadiyyin MM selaku tuan rumah kegiatan akademik ini menjelaskan sedikitnya ada 5 materi yang wajib diperdalam oleh para mahasiswa yaitu; Kaedah Nahwu, Kaedah Sorof, Imla, muthalaah ( reading text ), tahsin qiraat dan rasm. Kelima unsur pokok bahasa arab ini harus dikuasai oleh para mahasiswa sebagai modal dasar mengkaji keislaman terlebih mendalam Alquran sebagai kitab suci umat islam. Sejak dilahirkan kemuka bumi setiap muslim diadzani oleh ayahnya menggunakan bahasa arab kemudian shalat dan mengajipun berbahasa arab hingga masuk liang lahat kelak diadzani lagi dengan bahasa arab maka urgensi bahasa ini sudah tidak perlu diperdebatkan lagi bahkan pak kyai menambahkan bahwa penghuni surga pasti berbahasa arab.

Matrikulasi ini diawali dengan Pre Test sebagai kegiatan menguji tingkatan pengetahuan mahasiswa terhadap materi yang akan disampaikan dan diakhiri dengan Post Test  sebagai evaluasi akhir setelah berakhirnya penyampaian materi sekaligus mengetahui materi apa yang belum dipahami oleh sebagian besar mahasiswa.

Tadribu Rimayah/Panahan

Bahasa ialah ilmu terapan yang tidak hanya sebatas pengetahuan namun harus diaplikasikan dalam kompetensi percakapan, tulisan, pidato, nyanyian dsb. STITDA ( Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Darel Azhar ) dipercaya oleh UIN Banten untuk menjalankan program matrikulasi bahasa arab ini sekaligus kehormatan bagi kami dan kerjasama yang harmonis. Oleh karenanya, para dosen STITDA telah menyusun kegiatan program ini dalam 2 bentuk yaitu pengayaan materi dan implikasi teori melalui halaqoh tadribiyah diruangan tertutup dan praktikum percakapan sehari-hari sejak bangun pagi hingga malam para mahasiswa beristirahat.

Implikasi Teori yang diajarkan diantaranya memanah dan berenang, keduanya merupakan Sabda Nabi SAW yang menganjurkan dalam Hadist Riwayat Sahih Bukhori/Muslim : “Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah”.

Menjadi santri selama 3 hari merupakan pengalaman berharga bagi para mahasiswa UIN Banten, begitu luas ilmu kehidupan yang didapat selama berperan menjadi santri, tak kenal kata lelah dalam belajar dan beribadah.

MoU ini semoga menjadi kerjasama baik antara lembaga pendidikan islam diindonesia dan senantiasa menjadi program utama dalam penjaminan mutu pendidikan khususnya bidang bahasa hal ini disampaikan oleh bapak kyai saat memberikan materi perdana bersama Dr. Mahfuddin jumat pagi tadi.